Saat cinta di dustakan, kau pergi dengan satu senyum kemenangan…
Saat ada hati yang terkoyak, kau masih saja tersenyum…
Entah terbuat dari apa hatimu itu…
Kau biarkan srigala-srigala menerkammu dengan buasnya
Aku hanya mampu menyingkir dari hidupmu…
Tanpa tahu apa kesalahanku…
Sedangkan yang kurasa hanya tak ingin kehilangan dirimu,
Kau campakkan aku hanya untuk menikmati kesenangan duniawi sesaat…
Entah apa yang kau cari….
Sedangkan kau tahu, cintaku begitu besar untukmu, namun kau memilih di terkam srigala-srigala perusak kaum mu…
Sampai kapan kau belajar memahami semuanya??
Kau yang menari bersama srigala-srigala
30 Desember 2008 pada 3:06 pm (Elegi Duka)
Tags: Elegi Duka