Kamu yang pernah bersamaku selama 2 tahun
kini menghilang dalam gelapnya hati
kau terperangkap dalam buaian janji janji para srigala malam
yang siap menunggu untuk menerkammu
1 Januari 2009 pada 12:34 pm (Elegi Duka)
Kamu yang pernah bersamaku selama 2 tahun
kini menghilang dalam gelapnya hati
kau terperangkap dalam buaian janji janji para srigala malam
yang siap menunggu untuk menerkammu
30 Desember 2008 pada 3:06 pm (Elegi Duka)
Tags: Elegi Duka
Saat cinta di dustakan, kau pergi dengan satu senyum kemenangan…
Saat ada hati yang terkoyak, kau masih saja tersenyum…
Entah terbuat dari apa hatimu itu…
Kau biarkan srigala-srigala menerkammu dengan buasnya
Aku hanya mampu menyingkir dari hidupmu…
Tanpa tahu apa kesalahanku…
Sedangkan yang kurasa hanya tak ingin kehilangan dirimu,
Kau campakkan aku hanya untuk menikmati kesenangan duniawi sesaat…
Entah apa yang kau cari….
Sedangkan kau tahu, cintaku begitu besar untukmu, namun kau memilih di terkam srigala-srigala perusak kaum mu…
Sampai kapan kau belajar memahami semuanya??
5 September 2008 pada 11:55 am (Elegi Duka)
Tags: Benang kusut, Cinta, Respek, Empaty, dan Solidaritas, Dalam terdiam, Dalam terdiamku, Elegi Duka, Puisi tentang senja
Aku bertanya pada bintang
terdiam…………………………
Aku bertanya pada laut
terdiam…………………………
Aku bertanya pada cermin
terdiam…………………………
…aku bertanya pada terdiamku
dan aku semakin bisu dalam bising
Aku melangkah menjauh
mencoba bertanya
mencoba terdiam
mencoba bising
nurani terbungkam
Sahabat hanya ada dalam dongeng
Persaudaraan hanya ada dalam komik anak anak
Toh, saat menusuk, tetap saja berdarah perih
dalam terdiamku hanya bisu jiwaku
Aku bertanya pada nurani
terdiam……………………
Aku bertanya pada jiwa
terdiam……………………
Aku bertanya pada semua jiwa
yang terbuncahkan asa
…………………………….. dan aku semakin terbenam galau
Kadang terdiam membahagiakanku
Kadang terdiam ada sejuta makna
Kadang terdiam adalah sahabat sejatiku
Yang takkan pernah bertikai denganku
Yang takkan pernah membunuhku
Yang takkan pernah menikam punggungku
…………………………disaat aku mempercayainya
Tangerang, 4:18
4 September 2008 pada 3:58 am (Elegi Duka)
Tags: Elegi Duka
Dimana nurani jiwa bila kau mendustakan
Kau terpuruk dalam romantisme masa lalumu
Kau masih saja tenggelam indahnya kenangan
Dan kau masih saja tersenyum
Tatkala ada sejumput hati yang tulus
Sepenuh jiwa segenap nyawa mencintaimu
Dan kau hanya menjadikannya pelepas dahaga…
hanya sementara!
Apa salahnya?
Apa dosanya?
Mengapa kau menyerah diam
saat tak kau dapatkan cintamu
dari si TUAN SEMPURNA
yang memiliki segalanya …
Dan kini kau menjadikan lelaki lain sebagai penutup lukamu
Namun disaat TUAN SEMPURNA kembali hadir
Ia kau campakkan,
kau segera berlari menyambut KESEMPURNAAN nya
dengan wajah yang teramat manis dan lembut
Sedikitpun kau tak mau menoleh ada hati yang terkoyak
ada jiwa yang tersakiti,
Dan kau segera berlalu
karena kau hanya mencintai KESEMPURNAAN
………………………………………………………………
………………………………………………………………
( F**ck With Yur X )
4 September 2008 pada 3:02 am (Elegi Duka)
Tags: Elegi Duka
Cinta Sehelai Zaman
Yang selalu resah
dan akan selalu terbuang
Meski sarat ketulusan
meski sarat kemurnian
Takkan pernah ada yang memetiknyaCinta Sehelai Zaman
Lahir dari kebekuan tentang cinta
Mekar bersama muaknya tentang asa
Cinta hanya sebatas kesenangan
nurani terbuncahkan
terlindas penghianatanCinta Sehelai Zaman
masih adakah meski sehelai
yang kekal seabadi zaman
……………………..
…………………..Mati!